Nah, beberapa hari yang lalu kan binder saya sempat hilang.
Selama beberapa hari itu, barang ini absen dari daftar barang-barang yang "must to bring" ke kampus. Udah deh, saya kalang-kabutnya bukan main.
Mungkin ada beberapa orang berpikir  "kok ini orang sampai galau begitu? padahal kan gampang, tinggal beli baru!"
Atau mungkin bertanya-tanya dalam hati
"Apa sih isi tuh  binder? kok ini orang sampai bingung banget.. kayak Justin Bieber kehilangan rambut indahnya?"

NAH!
kalau anda salah satu orang yang punya solusi "GAMPANG, TINGGAL BELI BARU" itu, atau yang punya pertanyaan dalam hati,
silahkan baca artikel ini :))

Binder

Sedikit tentang binder itu
1. Cover depan binder itu Warnanya putih cuma dilapis kertas. Udah bukan jamannya gunting2 majalah remaja --ambil gambar F4, westlife, dll-- terus dijadikan cover binder.
2. Tampilan belakang kertas putih juga yang ada tanda Tangan asli 25 penghuni kelas 2A Anggaran (2009/2010). Entah kenapa saya suka benda ini. Kenang-kenangan yang sayang kalo sampai hilang..
3. Halaman Pembuka (Welcoming Page )-gaya beudhh- Gambar orang pake peci, baju batik, dengan tulisan "Catatan Si Empid". Saya sendiri tidak berniat untuk menggambarkan diri saya seperti ini. (mirip hewan monyet)
4. Di kantung sampul depan, ada kain batik yg dijadikan cover Buku Angkatan STAN 2010. Kenangan-kenangan kepanitiaan BA, sayang bgt kalo hilang..
5. Di kantung sampul belakang, ada CD yg isinya data "lumayan" penting, surat-surat, bukti-bukti penerimaan yang harus dipertanggungjawabkan, catatan-catatan, dll. Ga kebayang kan kalo sampai hilang : (
6. Gambar Wayang setengah jadi. Mau dilanjutin tapi masih kurang inspirasi (+malas). FYI, semua pembatas binder saya dipenuhi dengan coretan-coretan gambar-gambir yang gak jelas..
7. di kantung sampul depan juga biasa dipake untuk nyimpan surat, kertas2 penting, catatan-catatan, dll
8. tak pernah dikeluarkan dari binder: STIKER KUMBARA2010; dan stamp photo 25 orang penghuni kelas 2A Anggaran.
9. Coretan Abstrak. Kalau stres dan emosi tak terkendali, beginilah jadinya. Lumayan kan daripada mesti memakan korban.  Oh iya juga, binder ini sayangnya belum punya nama. (ga penting).

Nah, itu sekilas tentang isinya..
Buat kebanyakan orang, gak ada yang material kan? Gak ada yang bisa jadi kaya raya kalo binder saya jatuh ke tangan mafia?
Tapi, berpisah selama beberapa hari dengan barang ini sukses membuat beban pikiran.

Tapi untung saja ketemu dengan proses yang sangat panjang.
Mulai dari mencari-cari sendiri, cemas-cemas sendiri, diumumin di FACEBOOK, twitter dan akhirnya berinisiatif menghubungi CS di tiap lantai (padahal semestinya ini yang jadi tindakan pertama).

Alhamdulillah cara terakhir berhasil. Ketemu!
Selasa, 24 November 2010, sesaat setelah menyelesaikan Quiz English II.
Thx buat mas Arief, CS lantai 3 yang sudah menemukannya. For your information, ini benda saya yang kedua kalinya ditemukan mas Arief. Tingkat 2 kemarin, buku Evaluasi Proyek saya juga ketinggalan di kelas *pelupa*.

Menyimpan barang di laci meja benar-benar menyeramkan. Mulai dari SD, SMP, SMA, dan kuliah, saya pasti punya urusan dengan laci meja dan kehilangan barang. Ada barang yang kembali, tapi tak jarang pula yang lenyap ditelan laci. MENYERAMKAN!


*yang mau ketemu langsung dengan binder saya, jangan malu-malu yaa :))
Baru tau kalo ngeposting bisa via email. *katrok* Kalian tau apa artinya itu? Saya (didukung dengan mood, inspirasi, dan pulsa) bisa ngeposting tulisan kapan dan di mana pun. Betul-betul teknologi memudahkan manusia.

Yah, walaupun cuma sebatas posting tulisan (no picture), tetap saja menarik. Inilah salah satu seninya ngeblog :)

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda