Sudah mulai dari tahun pertama saya kuliah di STAN (tahun 2008), saya sering ngumpulin uang koin pecahan Rp100 dan Rp200. Tapi tidak semuanya, kalo lagi dalam keadaan kepepet atau bokek, kegiatan ini dhentikan sementara.
"duit receh2 gini juga bisa jadi Rp1000 lho, lumayanlah!"

Pertanyaannya : kenapa mesti saya kumpulkan? yang jelas, karena sayang banget gitu lho klo dibuang. Alasan lainnya karena uang ini lumayan menyita tempat di dompet dan membuat dompet kelihatan lebih tebal dan lebih sempit.

So, uang lima puluh ribuan, seratus ribuan, kartu kredit, kartu debet, kartu member restaurant bintang lima saya mau ditaruh dimana? *SOMBONG -just joke*

Kebetulan ada botol pengharum dan pelembut pakaian yang tersisa, maka saya manfaatkan. Diberi lubang untuk memasukkan uang, dan jadilah seperti ini :






*Lumayan kan, bekas pengharum ini bisa bikin uang jadi lebih harum juga...

Tampak depan: Kelihatan seperti pengharum biasanya
Tampak belakang: Kelihatan recehan yang sudah saling berdesakan.









Sayangnya, tempatnya sudah full, TAPI TENANG SAJA.. Saya masih punya 2 botol. 1 botol kisspray yang sudah kosong dan 1 botol yang sementara terpakai. MARI BERHEMAT!

NB :Kebiasaan ini sudah mulai dari SD. Botol air mineral, kaleng softdrink, botol shampo, botol lotion, dll sudah pernah saya pake. Ternyata kebawa-bawa sampai kuliah :)





SEKIAN

*thanks for Rapika, Superkertas dan Ayudhedhe buat blognya yang saya jadikan inspirasi. pake foto gan!