Wisuda STAN kali ini beda. (Kayaknya sih memang tiap tahun beda ya). Yang buat beda kali ini adalah proses pendaftaran wisudawan yang lebih SERU! Pake sistem REBUTAN. Nah, apa yang diperebutkan dan kenapa mesti berebutan?

Jatah kursi untuk pendamping wisudawan yang terbatas menyebabkan tidak semua wisudawan bisa mendapatkan undangan dengan dua pendamping. Yang lain harus berpuas hati dengan satu pendamping. Hal ini sesuaikan dengan keadaan gedung tempat pelaksanaan wisuda, Jakarta Convention Center (JCC), yang kapasitasnya terbatas.

Jadi tiap spesialisasi telah dijatah oleh panitia sesuai dengan proporsi jumlah mahasiswa. Untuk spesialisasi saya, jumlah mahasiswa ada 48 orang dan jatah dua pendamping disediakan buat 22 orang SAJA!
Kenapa mesti rebutan? Sebenarnya kata 'rebutan' ini kurang tepat digunakan di kalangan mahasiswa. Kesannya mirip rebutan BLT, sembako, infaq, kekuasaan, dll. Menurut salah seorang teman saya, lebih pas kalau kita pake kata 'kompetisi'. Kita berkompetisi siapa yang dulu-duluan daftar untuk mendapatkan kuota dua pendamping.

Tidak ada mekanisme yang pasti untuk menentukan siapa yang mendapat jatah dua pendamping, selain berkompetisi dulu-duluan itu. Mekanisme UNDIAN yang awalnya dilempar ke forum kelihatannya lebih sadis sehingga tidak disetujui forum.

Tibalah hari kompetisi tersebut, 8 Agustus 2011
Sehabis shalat subuh, saya langsung menuju kampus. Padahal masih jam 5 pagi. Ternyata, di kampus (tepatnya depan Gedung J) sudah mulai ramai. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang shalat subuh di depan gedung. Wow. Sangat luar biasa. Mayoritas adalah mahasiswa spes pajak (soalnya jumlah mereka lebih banyak). Mahasiswa yang datang langsung mengisi absen sesuai dengan nomor meja tempat pendaftaran. Biar ga ada mahasiswa yang baru datang yang langsung menyerobot.

Saya pikir antusiasme mahasiswa Kebendaharaan Negara untuk 'berebutan' tidak terlalu besar. Ternyata dugaan saya salah. Mahasiswa nametag merah itu satu-persatu datang. Bahkan sebelum pukul 06.00, kuota 22 pendamping tersebut sudah diambil oleh 20 orang. Wow. Akhirnya, pada jam 06.00 lewat sedikit, telah datang 22 orang. Jatah habis.

Selanjutnya, semua pendaftar wisuda mengikuti proses antrian dengan tertib dan rapi. Menyerahkan bukti pembayaran dan KTM, mengukur toga, dan mengambil kuitansi pembayaran. Proses daftar selesai, perjuangan serangan fajar hari ini juga berakhir *capek*

--------------
Pada bagian ini saya mau mengungkapkan perasaan saya.
Semacam curhat. Ehem...Eheeemmm..
Berhasil dapat jatah dua pendamping itu sperti dua sisi mata uang. Di satu sisi saya senang, kursi dua pendamping itu bisa untuk orang tua saya. Di sisi lain, saya telah menghilangkan jatah dua pendamping untuk teman saya yang lain.
Ini rinciannya:
Jumlah mahasiswa spes saya: 48 orang.
Jatah dua pendamping untuk spes saya: 22 orang.
Jumlah peminat dua pendamping: 43 orang.
Ada beberapa orang yang berebut dengan teman sendiri itu hal yang sepele. Okelah. Tiap orang berbeda-beda. Mungkin ada memang orang yang udah terbiasa rebut-rebutan dalam kehidupan sehari-harinya.
Tapi bagi saya, ini pengalaman yang luar biasa. Berebut dengan teman sendiri. Apalagi tadi sempat banyak ВВМ, SMS, dan mention yang menanyakan tentang jumlah jatah yang masih ada/tidak pada saat jatahnya telah habis.

Jujur, saya juga tidak ingin melepaskan kursi dua pendamping yang saya dapatkan. Kursi ini buat kedua orang tua saya. Acara wisuda ini buat mereka juga, walaupun Indeks Prestasi saya tidak secemerlang punya teman-teman saya yang lain. Orang tua saya(mungkin) bisa mengerti kok.
Saya minta maaf buat teman-teman yang tidak mendapat jatah dua pendamping.
Kita berharap semoga ada keputusan yang win-win solution, keputusan yang terbaik buat semua. Dengar-dengar masih ada kemungkinan buat yang lain dapat kuota dua pendamping. Semoga.


Yang pasti tetap berharap agar semua langkah-langkah kita, mulai dari laporan PKL, yudisium, hingga pelaksanaan Wisuda nanti selalu dimudahkan.
Yang terpenting, kita sama-sama berjuang. Lulus bersama dan tetap terikat dalam satu keluarga, sampai kapanpun dan dimanapun (penempatan). آمِّينَ .
Salam cihuy!!
*maaf kalau tulisan saya berantakan*

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Powered by Telkomsel BlackBerry®
"walaupun hari itu kurang menyenangkan, saya berterima kasih telah dipertemukan dengan siang dan sore yang menawan. yang terselip di hari itu"

"malam pun terasa berkesan, dengan adanya siang dan sore itu"
Halo..
Wah, sudah lama banget ga ngepost lagi.
Sibuk, capek, tidak ada inspirasi, dan malas cukuplah saya jadikan alasan untuk tidak ngepost :p 
Hahaha.

Oh iya, selama saya tidak ngepost, ada banyak hal yang sudah terjadi lho. A.l :
- Saya sudah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Jakarat Pusat dan merasakan jadi pegawai kantoran. CAPEK IYA! SERU IYA!
- Selesai menyusun Laporan PKL sebagai syarat untuk lulus. Alhamdulillah sudah dikumpulkan juga walau dengan berbagai proses revisi.
- Saat ini, laporan sudah ada di dosen penilai untuk dinilai. Siap-siap revisi lagi.
- Sambil mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Komprehensif 10 Mata Kuliah dalam 3 hari.
Mohon doanya, semoga dilancarkan.
Sukses buat semua mahasiswa KEBENDAHARAAN NEGARA 2008,
dan semua STAN-ers 2008, sampai WISUDA nanti :)
Amin..
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda