Pengarahan PKL Kebendaharaan Negara,
17 Juni 2011, Ruang J106.

Kalau bisa saya simpulkan, acara pengarahan ini dibagi jadi dua bagian.
Yang pertama penjelasan tentang Dirjen Perbendaharaan (tusi DJPB, karier, beasiswa, dll). 
Anggap saja ini KUMBARA kita yang tertuda ^^
dan yang kedua baru penjelasan teknis tentang PKL (pelaporan, penilaian, dll).

Kesimpulan yang bisa saya dapatkan:
1. Kita satu angkatan, 48 orang, sebenarnya diharapkan PKL dengan tema perbendaharaan.
Sayangnya sudah terlanjur. No problem lah.
Saya pribadi, walaupun memilih PKL di Perimbangan Keuangan, akan bersungguh2 mempelajari ilmu Perbendaharaan, kok ^^

2. Kayaknya sih, kayaknya 48 orang lulusan Kebendaharaan Negara 2011 ini semuanya akan di tempatkan di DJPB. Kita tunggu saja keputusan pastinya *masih lumayan lama*

3. Nyari jodohnya kalau memungkinkan sekarang aja, soalnya pas penempatan nanti agak susah *wow*

4. Berkarier di DJPB sangat menjanjikan. Belum lagi banyak beasiswa kuliah gratis yang siap menanti *ngiler*

5.Sekian, dan terima kasih...


Saya kedinginan pas pengarahan tadi. Lelah dan kurang tidur. #curcol
Dari dulu, aku kepengen banget jadi orang kaya.
Pas aku tau indomie laris di pasaran, aku berniat untuk menjualnya.
Aku buka deh warung kecil-kecilan di parkiran rumahku.
Satu bungkus indomienya, aku jual Rp50.000..
Ternyata..eh..ternyata...
Jualanku kaga laku.
Yaa..terpaksa Indomienya aku masak sendiri deh..
Ternyata ENAK!

 Ini cerita (garing)ku, mana ceritamu....
Bandara Soekarno Hatta, 15 Juni 2011
Sekitar pukul 11.00WIB.
Menunggu mama, tante, dan sepupu di salah satu terminal kedatangan. Saat itu banyak juga yang sedang menunggu, termasuk satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak berumur sekitar 6 tahun.

Tiba-tiba ada anak kecil tersebut dengan polos dan lugunya berkata:

"Pa, ini kan tanda larang merokok? Kok bapak masih merokok sih?"
Sambil menunjuk tanda larangan merokok.

Bapak: ................

(Diam, ga berkata apa-apa dan segera agak menjauh dari kerumunan orang-orang)
Sekilas dari halaman profil blog yang belum diperbaharui sejak blog ini dibuat.





Menurut saya, blog yang bagus itu....


1. Original
Postingan-postingannya hasil tulisan sendiri. Bukan copy-paste dari sumber manapun.
Sekalipun postingannya bagus, tapi kalau hasil copy-paste ga ada gunanya.
Saya suka baca tulisan orang lain, dan mengamati gaya menulisnya.
Setiap kita adalah unik dalam menulis. 


2. Postingannya familiar
Semakin familiar (umum) suatu postingan, semakin betah pembaca untuk berlama-lama di blog tersebut.
Bukan berarti ga boleh cerita hal-hal yang pribadi di blog. Boleh, tapi dengan kemasan yang mudah dimengerti orang lain.Kecuali blog edisi curhat keresahan hati, suka-suka elu deh mau nulis apa.


3. Layoutnya asyik.
Ga perlu pinter desain. Sudah banyak situs yang menyediakan theme-theme tinggal download buat blog. Sebisa mungkin, pilih yang nyaman di mata. Jangan norak bin lebay, penuh animasi gif, iklan bertaburan, link-link di mana-mana, dsb *no offense lho yaaa*. 
Ga mesti harus minimalis, yang jelas eyecatching :)


4. Tulisannya rapi. 
Iya rapi, saya ga bicara dari segi konteks. Soalnya saya juga masih newbie banget dalam dunia tulis menulis.
Rapi yang saya maksudnya disini antara lain: Pemakaian tanda baca yang sesuai, gA nULis sePeRti iNi, paragraf teratur dan membentuk kesatuan, ga panjang bangeeeeeeeeeeet, dll.

5. Ringan, dan cocok dengan semua browser.

Ini juga penting. Ada beberapa blog, yang karena ke-lebay-an fiturnya membuat loadingnya lebih lama. Maksud hati ingin berkunjung, namun karena loadingnya lama terpaksa di-"stop", dan tidak semua postingannya akhirnya bisa terbaca *so sad*


6. Diposting secara teratur.
Aduh, poin nomor 6 ini bukan saya banget. Saya ngepostnya sesuai mood :d.
Coba buat jadwal ngepost yang rutin, ingat para FANS sudah tak sabar menanti postingan anda *halah*


dan lain-lain. Silahkan ditambahkan sendiri.
Inilah bagian yang saya nilai ketika mengunjungi blog seseorang *sok nge-juri*. Semakin banyak blog yang kita kunjungi, semakin banyak tulisan yang kita baca, semakin banyak pula masukan dan inspirasi untuk jadi lebih baik. 
Salam blogger.. 
*membungkukkan badan sambil angkat topi*
:)



Terkait penempatan lulusan STAN, yang katanya random banget, menanti pengumuman penempatan itu rasanya dag-dig-dug-seeer.Campur aduk.
Cepat atau lambat, saya juga akan mengalaminya.
Mulai menghitung waktu, beberapa bulan lagi dari hari ini, 14 Juni 2010.

Nah, yang menjadi keresahan sebagian orang yaitu penempatan daerah.
Klo yang sudah yakin penempatan pusat sih kayaknya adem-adem aja.
Kenapa sih penempatan di daerah itu menjadi momok bagi sebagian orang?
(Pengertian "daerah" di postingan ini silahkan didefinisikan sendiri)

1. Biaya hidup mahal?
Biasanya daerah yang terpencil itu biaya hidupnya mahal. Semakin sulit suatu daerah dijangkau, maka jalur distribusi barang semakin panjang. Semua proses distribusi butuh biaya. Makanya mahal. Memang ada beberapa daerah di Indonesia yang terkenal dengan biaya hidup yang mahal. Kenyataannya ga semuanya kan? Apalagi, banyak daerah yangkebutuhan hidupnya bisatercukupi dengan hasil buminya sendiri.
Lumayan, pulang ke rumah nanti bisa bawa oleh-oleh banyak ^^

2. Fasilitas hidup yang kurang lengkap?
Bagi yang biasa hidup di kota besar, akrab dengan mall, bioskop, resto, cafe, dll, akan terasa berbeda ketika harus beradaptasi dengan daerah yang fasilitas hiburannya tidak selengkap fasilitas di kota besar.
Termasukkah ini dalam masalah? Ehm.. tergantung pribadi masing-masing.
Bagi yang menyukai gaya hidup hura-hura, gaul, hedon, dsb, penempatan di plosok tentunya akan terasa berat. Namun bagi mereka dengan gaya hidup sederhana, dimana-mana akan terasa sama saja.
Ingat: "Belajarlah hidup dari hidup orang lain. Mereka bisa, kita juga bisa"

3. Jauh dari rumah, keluarga dan orang-orang tersayang?
Ya, ini memang salah satu faktor terberat untuk bertugas ke pelosok-pelosok negeri. Tak ada cara untuk menghilangkan rasa berat hati meninggalkan kampung halaman kecuali IKHLAS. Rezeki Tuhan ada di mana-mana. Saya yakin, keluarga akan bangga kalau karier kita sukses di perantauan.
Keluarga juga bosen liat kita kalau numpang di rumah terus *eh...*
Lagian ada telepon, internet, 3g, pager, atau FS kok kalo kangen. *easy to say bgt ya.. haha*

4. Sulit mengembangkan karier?
Lha, bukannya dengan penempatan di daerah merupakan salah satu batu loncatan dalam peningkatan karier? *sok tau*. Dalam bekerja itu butuh pengalaman. Mari aplikasikan ilmu dari bangku kuliah, dan ciptakan pengalaman sebanyak mungkin. Ingat, belajar itu bisa di mana saja. Semangat Jiwa Korps!


Itu sih pertimbangan-pertimbangan yang sekiranya memberatkan bagi banyak orang, dan saya juga tentunya. Di samping hal-hal lain yang tiap orang tentunya berbeda-beda.

Tulisan ini saya buat masih dalam suasana haru-biru penempatan kakak-kakak tingkat saya di DJPB (Dirjen Perbendaharaan) yang di tempatkan di pulau-pulau luar Jawa.
Tulisan ini lebih tepatnya sebagai penenang bagi saya sendiri.
Persiapan mental.
Karena membaca situasi dan kondisi, entah kenapa saya yakin sekali akan ditempatkan di DJPB dan bertugas di daerah pelosok di Indonesia.
So, SAYA (berusaha) MEMPERSIAPKAN MULAI DARI SEKARANG!

*Ga-ga-galau-galau-galauuuu*
si @planetyar ngetweet begini:

terus diretweet sama bot ini:


Hohoho.. 
Cool! Thanks dude...

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sebelum lulus dari STAN, kita harus melewati beberapa tahap. Sederhananya, tahapannya itu seperti ini: Buat proposal PKL (kerennya disebut Outline). Proposal ini menjelaskan apa-apa saja yang ingin kita teliti selama PKL. Selanjutnya, PKL atau Praktik Kerja Lapangan. Dan setelah selesai PKL, mahasiswa menulis Laporan PKL. 
Sekarang saya akan membuat pembatasan masalah *sok ilmiah*  . Masalah yang akan dibicarakan pada postingan ini hanya mencakup proses pembuatan outline.

Sebelum hari Selasa:
Udah mulai mikir ancang2 judul terkait bidang PKL yang saya dapat, yaitu Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD). Tempat PKLnya di Dirjen Perimbangan Keuangan (DJPK) Jakarta Pusat.

Hari Pertama (Selasa, 7 Juni 2011)
Pertemuan pertama dengan kelompok PKL (tim PK2). Oh iya, satu kelompok DJPK terdiri dari 12 orang, dibagi menjadi dua tim.
Agenda pertemuan kali ini adalah mengumpulkan judul-judul yang sudah disiapkan sebelumnya dari rumah.

Hari Kedua (Rabu, 8 Juni 2011)
Kumpul lengkap all tim DJPK. Merencanakan tentang pemberangkatan ke DJPK.

Hari Ketiga (Kamis, 9 Juni 2011)
Ke DJPK. Sekaligus latihan PKL yang konon katanya PKL di ibukota itu menguras tenaga.
Pulang dari DJPK, dapat jarkom “besok ketemu dosbing”. Ga usah bawa outline, cukup bawa judul.

Hari Keempat (Jumat, 10 Juni 2011)
Konsultasi pertama dengan dosen pembimbing (dosbing), Pak Hery Triatmoko.
Hasil:
-          Pak Hery hari Senin ada tugas ke Tolikara, Papua. Jadi sebisa mungkin outline kami sudah di-acc hari Senin.
-          Yang kami ajukan itu belum bisa diterima jadi judul, jika belum berbentuk outline
-          Besok harus konsultasi kembali dengan membawa outline.
Bergegaslah kami pulang ke rumah masing-masing, menyelesaikan outline dalam satu malam.

Hari Kelima (Sabtu, 10 Juni 2011)
Konsultasi kedua dengan dosbing. Malam hari, sekitar pukul 20.00 – 22.30WIB.
Hasil:
-          Semua outline harus direvisi dan dibawa kembali keesokan harinya.
Okey. No problem :)

Hari Keenam (Minggu, 11 Juni 2011)
Konsultasi ketiga dengan dosbing. Malam hari, sekitar pukul 19.00 – 20.30WIB.
Hasil:
-          Semua outline (kembali) harus mengalami revisi.
-          Walaupun masih mengelami revisi, namun bagian Persetujuan Dosen Pembimbing ditandatangani malam itu juga… Alhamdulillah.. :)

Anak-anak Tim PK2 pulang dengan muka sumringah, ceria, no more mellow, say no to galau.
Alhamdulillah, awal perjuangan selesai dengan beberapa revisi, masukan-masukan yang harus dikerjakan saat PKL nanti, dan tugas-tugas lainnya.
Thanks buat Tim PK2 buat 6 harinya ini. Kompak! Thanks to all THREESURY08 juga pastinya buat supportnya..

Oh iya,,,,
Outline PKL ini masih awal perjuangan lho…
Postingan ini sengaja ga saya buat mendetail. Mencoba untuk ga galau, ga resah, dan ga mengeluh di twitter, di facebook, atau media social lainnya ^^
Perjuangan, 
dan semua kesusahan kita, 
sebisa mungkin cukup kita dan Tuhan aja yang tau. Semua orang tau kok, buat lulus itu GA mudah.
Semoga bernilai ibadah. Amin..

Semangat yee buat all threesury2008.
Ini ceritaku, mana ceritamu..


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda