Akhir-akhir ini lagi banyak yang senang marah-marah di twitter. Saya juga, lho. Sering malah. Keren kan?
Kapan lagi ada marah-marah yang diwakilkan oleh huruf demi huruf?  Ditambah sedikit tanda baca. Ehhm, sedap :)

Twitter emang paling keren dijadiin tempat buat penyaluran uneg-uneg. Apapun yang saya tulis, saya yakin dan sepenuhnya yakin, pasti bakalan ada followers yang baca kok. Belum lagi akun-akun non followers lain yang sengaja nge-stalk.
Wohoho~
 
No problem. Intinya sih, sebisa mungkin tweet-tweet yang kita buat itu bisa membantu meluapkan apa yang mengganjal di diri kita. Termasuk kemarahan. Setidaknya dengan tulisan, kata-kata yang akan kita keluarkan terpikirikan lebih dulu di otak. Beda dengan marah langsung yang dikendalikan emosi. Kata-kata keluar seperti lancar seperti petasan kering. Walaupun marah melalui tulisan juga kadang sulit dikontrol.

Marah yang sopan di twitter menurut saya:
  1. Hindari kata-kata yang kasar. Siapa pun yang baca pasti ga nyaman.
  2. Pilih kata-kata yang efisien dan memiliki makna yang mendalam tapi tetap sopan. Setidaknya dengan memikirkan kata-kata, emosi kita bisa sedikit lebih ditekan, atau mungkin hilang.
  3. To the point. Bikin #jleb orang yang anda singgung. Namun tetap buat orang lain yang baca tweet kita merasa nyaman. (pengalaman: Pernah mau nyinggung seseorang, tapi saking bingungnya merangkai kata-kata yang ga menyinggung perasaan orang lain, emosi terlanjur hilang. Jadi kesal sama diri sendiri. Zzz.)
Tips ini juga bisa digunakan di facebook, blog, friendster, atau media lain tergantung kreatifas si pemarah.

Kelihatan kurang jantan ya marah-marah lewat tulisan? "Weitss. Sabar bro!!". Tulisan bisa dijantan-jantanin kok. Tenang aja. 
[N G A R A N G !!!]
Lagian, marah kok pake bawa-bawa kejantanan, marah ya marah aja!. Pasti belum pernah denger istilah: Kalau ibu-ibu sudah bersatu, superhero pun ngalah". Addeh, makin out of topic.

Ohiya, jangan pernah ngebayangin saya ngetik tweet demi tweet dengan emosi tinggi, muka merah membara, rambut mohawk berdiri-berdiri sambil menahan gejolak jiwa yang mendera. Waaaw...!! Ga marah kayak gitu juga kali yaa.

Singkat kata, menurut saya sih marah itu (bagaimana pun kondisinya) harus dimanage dengan baik. Ada kalanya orang atau bahkan seisi dunia harus tau kalau kita sedang marah. 
Namun, ada kalanya kemarahan lebih baik hanya jadi rahasia berdua dengan Tuhan.

Maaf,
Sekian, dan
terima kasih.




E i t s ! N o t   f o r   s a l e  : )
*ga ada yang minat juga kalee*


Wisuda STAN kali ini beda. (Kayaknya sih memang tiap tahun beda ya). Yang buat beda kali ini adalah proses pendaftaran wisudawan yang lebih SERU! Pake sistem REBUTAN. Nah, apa yang diperebutkan dan kenapa mesti berebutan?

Jatah kursi untuk pendamping wisudawan yang terbatas menyebabkan tidak semua wisudawan bisa mendapatkan undangan dengan dua pendamping. Yang lain harus berpuas hati dengan satu pendamping. Hal ini sesuaikan dengan keadaan gedung tempat pelaksanaan wisuda, Jakarta Convention Center (JCC), yang kapasitasnya terbatas.

Jadi tiap spesialisasi telah dijatah oleh panitia sesuai dengan proporsi jumlah mahasiswa. Untuk spesialisasi saya, jumlah mahasiswa ada 48 orang dan jatah dua pendamping disediakan buat 22 orang SAJA!
Kenapa mesti rebutan? Sebenarnya kata 'rebutan' ini kurang tepat digunakan di kalangan mahasiswa. Kesannya mirip rebutan BLT, sembako, infaq, kekuasaan, dll. Menurut salah seorang teman saya, lebih pas kalau kita pake kata 'kompetisi'. Kita berkompetisi siapa yang dulu-duluan daftar untuk mendapatkan kuota dua pendamping.

Tidak ada mekanisme yang pasti untuk menentukan siapa yang mendapat jatah dua pendamping, selain berkompetisi dulu-duluan itu. Mekanisme UNDIAN yang awalnya dilempar ke forum kelihatannya lebih sadis sehingga tidak disetujui forum.

Tibalah hari kompetisi tersebut, 8 Agustus 2011
Sehabis shalat subuh, saya langsung menuju kampus. Padahal masih jam 5 pagi. Ternyata, di kampus (tepatnya depan Gedung J) sudah mulai ramai. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang shalat subuh di depan gedung. Wow. Sangat luar biasa. Mayoritas adalah mahasiswa spes pajak (soalnya jumlah mereka lebih banyak). Mahasiswa yang datang langsung mengisi absen sesuai dengan nomor meja tempat pendaftaran. Biar ga ada mahasiswa yang baru datang yang langsung menyerobot.

Saya pikir antusiasme mahasiswa Kebendaharaan Negara untuk 'berebutan' tidak terlalu besar. Ternyata dugaan saya salah. Mahasiswa nametag merah itu satu-persatu datang. Bahkan sebelum pukul 06.00, kuota 22 pendamping tersebut sudah diambil oleh 20 orang. Wow. Akhirnya, pada jam 06.00 lewat sedikit, telah datang 22 orang. Jatah habis.

Selanjutnya, semua pendaftar wisuda mengikuti proses antrian dengan tertib dan rapi. Menyerahkan bukti pembayaran dan KTM, mengukur toga, dan mengambil kuitansi pembayaran. Proses daftar selesai, perjuangan serangan fajar hari ini juga berakhir *capek*

--------------
Pada bagian ini saya mau mengungkapkan perasaan saya.
Semacam curhat. Ehem...Eheeemmm..
Berhasil dapat jatah dua pendamping itu sperti dua sisi mata uang. Di satu sisi saya senang, kursi dua pendamping itu bisa untuk orang tua saya. Di sisi lain, saya telah menghilangkan jatah dua pendamping untuk teman saya yang lain.
Ini rinciannya:
Jumlah mahasiswa spes saya: 48 orang.
Jatah dua pendamping untuk spes saya: 22 orang.
Jumlah peminat dua pendamping: 43 orang.
Ada beberapa orang yang berebut dengan teman sendiri itu hal yang sepele. Okelah. Tiap orang berbeda-beda. Mungkin ada memang orang yang udah terbiasa rebut-rebutan dalam kehidupan sehari-harinya.
Tapi bagi saya, ini pengalaman yang luar biasa. Berebut dengan teman sendiri. Apalagi tadi sempat banyak ВВМ, SMS, dan mention yang menanyakan tentang jumlah jatah yang masih ada/tidak pada saat jatahnya telah habis.

Jujur, saya juga tidak ingin melepaskan kursi dua pendamping yang saya dapatkan. Kursi ini buat kedua orang tua saya. Acara wisuda ini buat mereka juga, walaupun Indeks Prestasi saya tidak secemerlang punya teman-teman saya yang lain. Orang tua saya(mungkin) bisa mengerti kok.
Saya minta maaf buat teman-teman yang tidak mendapat jatah dua pendamping.
Kita berharap semoga ada keputusan yang win-win solution, keputusan yang terbaik buat semua. Dengar-dengar masih ada kemungkinan buat yang lain dapat kuota dua pendamping. Semoga.


Yang pasti tetap berharap agar semua langkah-langkah kita, mulai dari laporan PKL, yudisium, hingga pelaksanaan Wisuda nanti selalu dimudahkan.
Yang terpenting, kita sama-sama berjuang. Lulus bersama dan tetap terikat dalam satu keluarga, sampai kapanpun dan dimanapun (penempatan). آمِّينَ .
Salam cihuy!!
*maaf kalau tulisan saya berantakan*

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Powered by Telkomsel BlackBerry®
"walaupun hari itu kurang menyenangkan, saya berterima kasih telah dipertemukan dengan siang dan sore yang menawan. yang terselip di hari itu"

"malam pun terasa berkesan, dengan adanya siang dan sore itu"
Halo..
Wah, sudah lama banget ga ngepost lagi.
Sibuk, capek, tidak ada inspirasi, dan malas cukuplah saya jadikan alasan untuk tidak ngepost :p 
Hahaha.

Oh iya, selama saya tidak ngepost, ada banyak hal yang sudah terjadi lho. A.l :
- Saya sudah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Jakarat Pusat dan merasakan jadi pegawai kantoran. CAPEK IYA! SERU IYA!
- Selesai menyusun Laporan PKL sebagai syarat untuk lulus. Alhamdulillah sudah dikumpulkan juga walau dengan berbagai proses revisi.
- Saat ini, laporan sudah ada di dosen penilai untuk dinilai. Siap-siap revisi lagi.
- Sambil mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Komprehensif 10 Mata Kuliah dalam 3 hari.
Mohon doanya, semoga dilancarkan.
Sukses buat semua mahasiswa KEBENDAHARAAN NEGARA 2008,
dan semua STAN-ers 2008, sampai WISUDA nanti :)
Amin..
Pengarahan PKL Kebendaharaan Negara,
17 Juni 2011, Ruang J106.

Kalau bisa saya simpulkan, acara pengarahan ini dibagi jadi dua bagian.
Yang pertama penjelasan tentang Dirjen Perbendaharaan (tusi DJPB, karier, beasiswa, dll). 
Anggap saja ini KUMBARA kita yang tertuda ^^
dan yang kedua baru penjelasan teknis tentang PKL (pelaporan, penilaian, dll).

Kesimpulan yang bisa saya dapatkan:
1. Kita satu angkatan, 48 orang, sebenarnya diharapkan PKL dengan tema perbendaharaan.
Sayangnya sudah terlanjur. No problem lah.
Saya pribadi, walaupun memilih PKL di Perimbangan Keuangan, akan bersungguh2 mempelajari ilmu Perbendaharaan, kok ^^

2. Kayaknya sih, kayaknya 48 orang lulusan Kebendaharaan Negara 2011 ini semuanya akan di tempatkan di DJPB. Kita tunggu saja keputusan pastinya *masih lumayan lama*

3. Nyari jodohnya kalau memungkinkan sekarang aja, soalnya pas penempatan nanti agak susah *wow*

4. Berkarier di DJPB sangat menjanjikan. Belum lagi banyak beasiswa kuliah gratis yang siap menanti *ngiler*

5.Sekian, dan terima kasih...


Saya kedinginan pas pengarahan tadi. Lelah dan kurang tidur. #curcol
Dari dulu, aku kepengen banget jadi orang kaya.
Pas aku tau indomie laris di pasaran, aku berniat untuk menjualnya.
Aku buka deh warung kecil-kecilan di parkiran rumahku.
Satu bungkus indomienya, aku jual Rp50.000..
Ternyata..eh..ternyata...
Jualanku kaga laku.
Yaa..terpaksa Indomienya aku masak sendiri deh..
Ternyata ENAK!

 Ini cerita (garing)ku, mana ceritamu....
Bandara Soekarno Hatta, 15 Juni 2011
Sekitar pukul 11.00WIB.
Menunggu mama, tante, dan sepupu di salah satu terminal kedatangan. Saat itu banyak juga yang sedang menunggu, termasuk satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak berumur sekitar 6 tahun.

Tiba-tiba ada anak kecil tersebut dengan polos dan lugunya berkata:

"Pa, ini kan tanda larang merokok? Kok bapak masih merokok sih?"
Sambil menunjuk tanda larangan merokok.

Bapak: ................

(Diam, ga berkata apa-apa dan segera agak menjauh dari kerumunan orang-orang)
Sekilas dari halaman profil blog yang belum diperbaharui sejak blog ini dibuat.





Menurut saya, blog yang bagus itu....


1. Original
Postingan-postingannya hasil tulisan sendiri. Bukan copy-paste dari sumber manapun.
Sekalipun postingannya bagus, tapi kalau hasil copy-paste ga ada gunanya.
Saya suka baca tulisan orang lain, dan mengamati gaya menulisnya.
Setiap kita adalah unik dalam menulis. 


2. Postingannya familiar
Semakin familiar (umum) suatu postingan, semakin betah pembaca untuk berlama-lama di blog tersebut.
Bukan berarti ga boleh cerita hal-hal yang pribadi di blog. Boleh, tapi dengan kemasan yang mudah dimengerti orang lain.Kecuali blog edisi curhat keresahan hati, suka-suka elu deh mau nulis apa.


3. Layoutnya asyik.
Ga perlu pinter desain. Sudah banyak situs yang menyediakan theme-theme tinggal download buat blog. Sebisa mungkin, pilih yang nyaman di mata. Jangan norak bin lebay, penuh animasi gif, iklan bertaburan, link-link di mana-mana, dsb *no offense lho yaaa*. 
Ga mesti harus minimalis, yang jelas eyecatching :)


4. Tulisannya rapi. 
Iya rapi, saya ga bicara dari segi konteks. Soalnya saya juga masih newbie banget dalam dunia tulis menulis.
Rapi yang saya maksudnya disini antara lain: Pemakaian tanda baca yang sesuai, gA nULis sePeRti iNi, paragraf teratur dan membentuk kesatuan, ga panjang bangeeeeeeeeeeet, dll.

5. Ringan, dan cocok dengan semua browser.

Ini juga penting. Ada beberapa blog, yang karena ke-lebay-an fiturnya membuat loadingnya lebih lama. Maksud hati ingin berkunjung, namun karena loadingnya lama terpaksa di-"stop", dan tidak semua postingannya akhirnya bisa terbaca *so sad*


6. Diposting secara teratur.
Aduh, poin nomor 6 ini bukan saya banget. Saya ngepostnya sesuai mood :d.
Coba buat jadwal ngepost yang rutin, ingat para FANS sudah tak sabar menanti postingan anda *halah*


dan lain-lain. Silahkan ditambahkan sendiri.
Inilah bagian yang saya nilai ketika mengunjungi blog seseorang *sok nge-juri*. Semakin banyak blog yang kita kunjungi, semakin banyak tulisan yang kita baca, semakin banyak pula masukan dan inspirasi untuk jadi lebih baik. 
Salam blogger.. 
*membungkukkan badan sambil angkat topi*
:)



Terkait penempatan lulusan STAN, yang katanya random banget, menanti pengumuman penempatan itu rasanya dag-dig-dug-seeer.Campur aduk.
Cepat atau lambat, saya juga akan mengalaminya.
Mulai menghitung waktu, beberapa bulan lagi dari hari ini, 14 Juni 2010.

Nah, yang menjadi keresahan sebagian orang yaitu penempatan daerah.
Klo yang sudah yakin penempatan pusat sih kayaknya adem-adem aja.
Kenapa sih penempatan di daerah itu menjadi momok bagi sebagian orang?
(Pengertian "daerah" di postingan ini silahkan didefinisikan sendiri)

1. Biaya hidup mahal?
Biasanya daerah yang terpencil itu biaya hidupnya mahal. Semakin sulit suatu daerah dijangkau, maka jalur distribusi barang semakin panjang. Semua proses distribusi butuh biaya. Makanya mahal. Memang ada beberapa daerah di Indonesia yang terkenal dengan biaya hidup yang mahal. Kenyataannya ga semuanya kan? Apalagi, banyak daerah yangkebutuhan hidupnya bisatercukupi dengan hasil buminya sendiri.
Lumayan, pulang ke rumah nanti bisa bawa oleh-oleh banyak ^^

2. Fasilitas hidup yang kurang lengkap?
Bagi yang biasa hidup di kota besar, akrab dengan mall, bioskop, resto, cafe, dll, akan terasa berbeda ketika harus beradaptasi dengan daerah yang fasilitas hiburannya tidak selengkap fasilitas di kota besar.
Termasukkah ini dalam masalah? Ehm.. tergantung pribadi masing-masing.
Bagi yang menyukai gaya hidup hura-hura, gaul, hedon, dsb, penempatan di plosok tentunya akan terasa berat. Namun bagi mereka dengan gaya hidup sederhana, dimana-mana akan terasa sama saja.
Ingat: "Belajarlah hidup dari hidup orang lain. Mereka bisa, kita juga bisa"

3. Jauh dari rumah, keluarga dan orang-orang tersayang?
Ya, ini memang salah satu faktor terberat untuk bertugas ke pelosok-pelosok negeri. Tak ada cara untuk menghilangkan rasa berat hati meninggalkan kampung halaman kecuali IKHLAS. Rezeki Tuhan ada di mana-mana. Saya yakin, keluarga akan bangga kalau karier kita sukses di perantauan.
Keluarga juga bosen liat kita kalau numpang di rumah terus *eh...*
Lagian ada telepon, internet, 3g, pager, atau FS kok kalo kangen. *easy to say bgt ya.. haha*

4. Sulit mengembangkan karier?
Lha, bukannya dengan penempatan di daerah merupakan salah satu batu loncatan dalam peningkatan karier? *sok tau*. Dalam bekerja itu butuh pengalaman. Mari aplikasikan ilmu dari bangku kuliah, dan ciptakan pengalaman sebanyak mungkin. Ingat, belajar itu bisa di mana saja. Semangat Jiwa Korps!


Itu sih pertimbangan-pertimbangan yang sekiranya memberatkan bagi banyak orang, dan saya juga tentunya. Di samping hal-hal lain yang tiap orang tentunya berbeda-beda.

Tulisan ini saya buat masih dalam suasana haru-biru penempatan kakak-kakak tingkat saya di DJPB (Dirjen Perbendaharaan) yang di tempatkan di pulau-pulau luar Jawa.
Tulisan ini lebih tepatnya sebagai penenang bagi saya sendiri.
Persiapan mental.
Karena membaca situasi dan kondisi, entah kenapa saya yakin sekali akan ditempatkan di DJPB dan bertugas di daerah pelosok di Indonesia.
So, SAYA (berusaha) MEMPERSIAPKAN MULAI DARI SEKARANG!

*Ga-ga-galau-galau-galauuuu*
si @planetyar ngetweet begini:

terus diretweet sama bot ini:


Hohoho.. 
Cool! Thanks dude...

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sebelum lulus dari STAN, kita harus melewati beberapa tahap. Sederhananya, tahapannya itu seperti ini: Buat proposal PKL (kerennya disebut Outline). Proposal ini menjelaskan apa-apa saja yang ingin kita teliti selama PKL. Selanjutnya, PKL atau Praktik Kerja Lapangan. Dan setelah selesai PKL, mahasiswa menulis Laporan PKL. 
Sekarang saya akan membuat pembatasan masalah *sok ilmiah*  . Masalah yang akan dibicarakan pada postingan ini hanya mencakup proses pembuatan outline.

Sebelum hari Selasa:
Udah mulai mikir ancang2 judul terkait bidang PKL yang saya dapat, yaitu Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD). Tempat PKLnya di Dirjen Perimbangan Keuangan (DJPK) Jakarta Pusat.

Hari Pertama (Selasa, 7 Juni 2011)
Pertemuan pertama dengan kelompok PKL (tim PK2). Oh iya, satu kelompok DJPK terdiri dari 12 orang, dibagi menjadi dua tim.
Agenda pertemuan kali ini adalah mengumpulkan judul-judul yang sudah disiapkan sebelumnya dari rumah.

Hari Kedua (Rabu, 8 Juni 2011)
Kumpul lengkap all tim DJPK. Merencanakan tentang pemberangkatan ke DJPK.

Hari Ketiga (Kamis, 9 Juni 2011)
Ke DJPK. Sekaligus latihan PKL yang konon katanya PKL di ibukota itu menguras tenaga.
Pulang dari DJPK, dapat jarkom “besok ketemu dosbing”. Ga usah bawa outline, cukup bawa judul.

Hari Keempat (Jumat, 10 Juni 2011)
Konsultasi pertama dengan dosen pembimbing (dosbing), Pak Hery Triatmoko.
Hasil:
-          Pak Hery hari Senin ada tugas ke Tolikara, Papua. Jadi sebisa mungkin outline kami sudah di-acc hari Senin.
-          Yang kami ajukan itu belum bisa diterima jadi judul, jika belum berbentuk outline
-          Besok harus konsultasi kembali dengan membawa outline.
Bergegaslah kami pulang ke rumah masing-masing, menyelesaikan outline dalam satu malam.

Hari Kelima (Sabtu, 10 Juni 2011)
Konsultasi kedua dengan dosbing. Malam hari, sekitar pukul 20.00 – 22.30WIB.
Hasil:
-          Semua outline harus direvisi dan dibawa kembali keesokan harinya.
Okey. No problem :)

Hari Keenam (Minggu, 11 Juni 2011)
Konsultasi ketiga dengan dosbing. Malam hari, sekitar pukul 19.00 – 20.30WIB.
Hasil:
-          Semua outline (kembali) harus mengalami revisi.
-          Walaupun masih mengelami revisi, namun bagian Persetujuan Dosen Pembimbing ditandatangani malam itu juga… Alhamdulillah.. :)

Anak-anak Tim PK2 pulang dengan muka sumringah, ceria, no more mellow, say no to galau.
Alhamdulillah, awal perjuangan selesai dengan beberapa revisi, masukan-masukan yang harus dikerjakan saat PKL nanti, dan tugas-tugas lainnya.
Thanks buat Tim PK2 buat 6 harinya ini. Kompak! Thanks to all THREESURY08 juga pastinya buat supportnya..

Oh iya,,,,
Outline PKL ini masih awal perjuangan lho…
Postingan ini sengaja ga saya buat mendetail. Mencoba untuk ga galau, ga resah, dan ga mengeluh di twitter, di facebook, atau media social lainnya ^^
Perjuangan, 
dan semua kesusahan kita, 
sebisa mungkin cukup kita dan Tuhan aja yang tau. Semua orang tau kok, buat lulus itu GA mudah.
Semoga bernilai ibadah. Amin..

Semangat yee buat all threesury2008.
Ini ceritaku, mana ceritamu..


Tau kan danbo itu apa? Kalo ga tau gapapa. Sekian dan Terima Kasih. 
*becanda cupp.. cupp..
Bagi yang belum tahu, ini ada beberapa foto danbo.


Nah, danbo itu seperti itu. Ya, sejenis orang-orangan kertas berkepala kotak, bertangan balok, dan berhati sensitif. 
Tapi jangan salah, dengan pemosisian anggota tubuh danbo yang sesuai bisa memberikan ekspresi tersendiri. Apalagi didukung dengan properti dan setting tempat pengambilan gambar yang apik.. wow, pasti amazing!
Saya pun tertarik untuk mencoba membuat miniatur orang berbentuk kubus ini.

Dimulai dengan mendownload polanya diinternet, lagu dicetak dikertas, dan digunting, dilem, lalu jadi deh. SIMPEL KAN?????  *Jangan senang dulu*
Membuat danbo ini butuh kesabaran, apalagi dikerjakan disela-sela malam Ujian Akhir Semester *curhat*.

Menggunting bagian yang sangat kecil dan mendetail, dilipat, terus dilem, dikeringkan, disambung, dirangkai, dan akhirnya perjuangan pun membuahkan hasil.
*Jeeeeejeeennggg* 
Jadilah SATU UNIT DANBO! Saya beri nama dia Bill. The Bill Danbo lengkapnya.
Dan beberapa menit setelah kelahirannya, langsung dah di poto-poto..




dan lainnya (bisa dilihat di album facebook)

Danbo-nya agak kotor kena lem yang belepotan dan lipatannya agak kurang rapi juga di beberapa bagian. Anggap aja percobaan. ^^
Semoga lain waktu bisa buat danbo yang lebih bagus. (/fith) 
Terima Kasih..

--------------------------------------
Sekilah Info:
- Semua cara dan inspirasi membuat danbo ini saya dapatkan dari sini. Silahkan diklik kalau berminat.
- Danbo merupakan karakter yang dikembangkan dari Jepang.
- Harga asli boneka danbo sekitar Rp.100ribuan keatas. Yah, lumayan menguras kantong.
- Danbo versi buatan sendiri ini butuh dana ga nyampe Rp15ribuan (bisa dapat 4 danbo, lho..)
- Danbo juga banyak diminati oleh fotografer sebagai objek fotonya. (/fith)



Prolog: Di ruang I302. Selasa, 10 Mei 2011.

Bang Jek hobby isengnya muncul. Tanpa sadar status FB saya kembali dibajak.

*nada agak tinggi* Saya: “hey bang, isengnya muncul lagi nih!!”.

*nada santai* Bangjek: “gpp pit, saat-saat kayak gini yang akan dirindukan di dunia kerja nanti…”

*speechless*
Dapat ngopy dari temen. Sebenarnya udah lama nih film  
nangkring di bioskop, cuma ga ada waktu buat nonton.
Sibuk guysss *halah
Ini film keren banget. Kocak, romantis, seru, pokoke mantaplah..
Ini bagian ending yang benar-benar c r a z y . 9 tahun menunggu. WOW!
Selamat menyaksikan deh *ga seru kalo diceritain


















Inilah 20 lagu Indonesia yang paling sering saya dengar akhir-akhir ini (random order). Diputar berulang-ulang kali juga ga bosan-bosan. Yang bikin saya suka itu mungkin dari Lirik lagunya, Makna lagu, musik, atau tema video klipnya.
(saya jarang suka penyanyi dari tampilan luarnya)

1. Armada - Mau di Bawa Kemana
"...mau dibawa kemana hubungan kita. Jika kau terus menerus menunda-nunda.."

2. D'Bagindas - Empat Mata

3. Zivillia - Aisitehru
"..walau raga kita terpisah jauh, namun hati kita selau dekat. Bila kau rindu, pejamkan matamu..."

4. D'Bagindas - C.I.N.T.A
"...cintaku bertepuk sebelah tangan, tapi aku balas senyum keindahan. Bertahan satu cinta.."

5. Melida - Cinta Satu Malam
"... Walau satu malam, akan selalu ku kenang selama-lamanya..."

6. SMASH - I Heart You
"...tak ada yang bisa, memisahkan cinta. waktupun takkan tega, kau dan aku bersama selamanya..."

7. After - Karena Ku Butuh Cinta
"...Ungkapkanlah semua isi dihatimu, bila kau inginkan aku. Katakanlah segera, jangan terlalu lama, karena ku butuh cinta..."

8. SafeBand - Semestinya Terlarang
"...aku cinta kau, walau harus kutinggalkan yang terindah..."

9. Priska Idol - Negeri Di Awan
"...Sebuah lagu tentang negri di awan, di mana kedamaian menjadi istananya..."

10. Keenan Nasution - Nuansa Bening
"...kini terasa sungguh, semakin engkau jauh semakin terasa dekat..."

11. Ismail Marzuki - Sepasang Mata Bola

"...kagum ku melihatnya, sinar sang perwira rela. Hati telah terpikat, semoga kelak kita berjumpa pula..."

12. Cokelat - Karma
"...selalu tampak indah, awalnya. Berakhir bencana..."

13. Alfa Project - Pergi
"...biarkanlah semua berlalu, lupakanlah semuanya, pergi..."

14. Andre Hehanusa - Karna Kutau Engkau Begitu
"...Yakinkan hatimu kau milikku, karna ku tau engkau begitu..."

15. Ada Band - Yang Terbaik Bagimu
"... Ayah dengarlah, betapa sesungguhnya ku mencintaimu. Kan kubuktikan kumampu penuhi maumu..."

16. Peterpan - Kukatakan dengan Indah
"....Kau buatku terjatuh dan terjatuh lagi, kau buatku merasakan yang tak terjadi..."

17. Anda - Menghitung Hari (OST. Heart)
"...Jangan kau beri harapan padaku, seperti ingin tapi tak ingin..."

18. Chrisye - Seperti yang kau minta

"...Namun selama aku bernyawa, aku kan mencoba. Menjadi sperti yang kau minta..."

19. Utopia - Antara ada dan tiada

"... kau hanya mimpi bagiku, tak untuk jadi nyata..."

20. Katon Bagaskara - Yogyakarta
"...masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahaja..."

Bagaimana? Ada yang kalian suka juga?
Saya suka musik karya anak bangsa.
Okey Well, Sekian..
Sampai jumpa di edisi lagu barat, china, spanyol, dll..



Wow. It's so long time no posting. Sekarang blogku hadir dengan tampilan baru,
sedikit lebih berbeda. Lebih fresh, minimalis tapi tetap eyecatching, dewasa tapi tidak monoton, dan yang pasti lebih keren *praakk*.

Baik, saya pikir sekian sambutannya, sekarang saya mengucapkan terima kasih kepada :
- Model di atas. saya sendiri, Fithrah
- Foto di atas sebenarnya bertiga bareng Iky dan Kici, jadi terima kasih juga buat kalian.
- Fotografer dengan kamera baru, Si Bocah
- Bung Andis Ichsan, layouter utama blog ini
- Burger and Grill, Bintaro sektor 7, lokasi foto sekaligus tempat dinner galau. Tempatnya asyik!
- My lovely Bibil (nama Laptop saya *halah..)
- Photoshop CS5, kita baru kenal beberapa bulan tapi udah langsung 'akrab'
- Google.com, buat imagestocks-nya (watersplash, laptop, and lime)
dan McCafe buat stock Bigmac-nya.
- dan semua pihak yang tak dapat saya sebutkan satu persatu.

Buset, buat tampilan baru aja sampe lebay kaya gini. Haha.
Sekian dulu yaa, guysss..
Selamat menikmati tampilan baru, tetap sehat dan keep posting ^^